Sambil long march mengelilingi Kebon Raya Bogor, massa pengunjuk rasa membagi-bagikan selebaran yang isinya mengajak warga ikut menolak kunjungan Bush yang dijadwalkan hadir 20 November 2006.
Dalam aksi tersebut, massa juga menggelar aksi damai dengan memasang spanduk raksasa yang bertuliskan "Menolak penjajahan Amerika di Indonesia".
Ribuan massa yang melakukan longmarch sempat mengganggu aktivitas arus lalu lintas di seputar kawasan Kebun Raya, tepatnya di Jalan Ir H Juanda, Jalan Padjadjaran dan Jalan Tarupat di sekitar lapangan tempur.
Sementara, sejumlah aparat kepolisian berjaga-jaga di lokasi sambil mengarahkan para pengunjuk rasa agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
Barisan massa antara lain dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang cukup panjang itu, menarik perhatian para pengguna jalan. Mereka menghentikan kendaraannya untuk menyaksikan iring-iringan massa yang mengibarkan bendera berwarna hitam dan putih yang bertuliskan syahadat.
Kegiatan yang dimulai sekitar pk 07.30 WIB hingga pk 11.00 WIB itu diakhiri dengan orasi yang disampaikan tokoh-tokoh ormas Islam yang membeberkan perilaku Presiden AS tersebut terhadap ummat Islam di atas panggung dekat Balaikota Bogor.
Sekretaris Koalisi Ganyang Bush, A Fanani dari lokasi demo mengatakan orasi akan disampaikan oleh sejumlah tokoh Muhammadiyah, Front Pembela Islam (FPI), Komite Solidaritas untuk Palestina, Hizbullah, Persis, Al-Irsyad termasuk MUI Bogor.
Sementara itu, tokoh agama Islam Achmad Sumargono mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak peduli dengan banyaknya kala-ngan dan aksi massa yang me-lakukan penolakan kedatangan Bush ke Indonesia. Padahal, aksi menentang Bush itu sangat beralasan, karena Presiden AS itu adalah gembong teroris, penjahat perang, dan kini sudah jadi pecundang sehingga tak ada manfaatnya lagi datang ke Indonesia.
"SBY lebih mencintai Bush daripada rakyatnya sendiri, yang telah memilihnya. Bush beliau dewa-dewakan, sedangkan rakyatnya dikejar-kejar. Sikap ini jelas sangat membahayakan terhadap citra dan kredibilitas SBY di mata rakyatnya. Saya kira SBY mendapat masukan dari orang-orang pro AS yang ada disekitarnya," ujar Sumargono yang dihubungi terpisah tadi pagi.
berita ini dikutip dari www.harianterbit.com
No comments:
Post a Comment