Thursday, December 14, 2006

CHIP LAN Party - Team Competition




CHIP LAN Party - Team Competition
16-17 Desember 2006
Pesta Komputer 2006
Mangga Dua Square, Jakarta
J A D W A L

Sabtu, 16 Desember 2006
Session 1: 10:00 - 13:00
Session 2: 14:00 - 17:00
Session 3: 17:30 - 20:30

Minggu, 17 Desember 2006
Session 4: 10:00 - 13:00 (tentatif)
Session Final: 14:00 - 18:00

Winner ceremonial: 19:00 - 20:00


A T U R A N


1. Sistem Pertandingan
a. Sistem gugur: maks 6 team
b. Sistem ½ kompetisi: maks. 5 team

2. Game yang digunakan adalah Battlefield 2 dengan patch 1.3

3. Peserta hanya dari member CHIP Forum
Bila belum mendaftar, dipersilakan melakukan registrasi terlebih dahulu
4. Peserta boleh membawa perlengkapan sendiri (keyboard, mouse, mousepad, headphone)

5. Setiap team terdiri dari maksimal 10 pemain, minimal 8 pemain
dan harus mempunyai nama team serta team leader sebagai penanggung jawab.

6. Pendaftaran hanya bisa dilakukan melalui thread team/clan masing-masing. Dipersilakan untuk membuat team sendiri.

7. Biaya pendaftaran: Rp 50.000,- (per-team)
Pendaftaran ditutup: Kamis, 14 Desember pk: 18:00
Fasilitas: CHIP T-Shirt, PIN CLP, & ID-Card peserta

8. Tiap pertandingan menggunakan 3 Map (kecuali final):
  1. to be announced
  2. to be announced
  3. to be announced
9. Pertandingan final menggunakan Map random
  1. to be announced
  2. to be announced
  3. to be announced
  4. to be announced
10. Latihan dibuka secara gratis mulai Senin, 11 Desember 2006. Harap datang membawa ID card yg bisa didapatkan dengan menghubungi panitia di thread ini.

11. Team wajib hadir pada waktu pertandingan lengkap yang akan diumumkan pada hari Jumat, 15 Desember.
  • Pertandingan akan dimulai pada jam yg telah ditentukan dengan kondisi jumlah pemain berapapun. Bila tidak bersedia, maka akan didiskualifikasi.
  • Bila tidak ada satupun perwakilan dari team, maka team tersebut dinyatakan gugur
  • Bila ada anggota yg terlambat, diperbolehkan untuk menyusul tetapi tidak ada perpanjangan waktu
  • Team yg bertanding boleh menentukan sendiri mau menggunakan TEAM 1 (MEC/CHINA) atau TEAM 2 (USMC/UN). Apabila ada kesamaan pilihan, maka pemilihan akan ditentukan melalui lempar koin yang diatur oleh panitia.
12. Setiap team diberikan waktu sekitar 10 menit untuk setting komputer masing-masing

13. Team yg melanggar peraturan akan didiskualifikasi/gugur


H A D I A H

(hanya untuk Team Juara I):
  • to be announced
  • to be announced
  • to be announced
  • 10 Majalah CHIP edisi terbaru Desember (terbit 21 Des)
  • 10 Jaket CHIP LAN Party
  • 10 Backpack CHIP
  • Piala Bergilir CHIP LAN Party (untuk team)
TO BE UPDATED....

Wednesday, November 15, 2006

Antivirus Microsoft Kenali Gmail Sebagai Virus

Jakarta, Gara-gara ada eror, Windows Live OneCare mendeteksi layanan e-mail milik Google -- Gmail -- sebagai sebuah ancaman. Program antivirus Microsoft itu sempat mengenali Gmail sebagai virus.

Sebuah peringatan pop-up muncul ketika pengguna antivirus OneCare membuka situs Gmail. Isinya menyatakan bahwa komputer pengguna sudah terinfeksi virus bernama "BAT/BWG.A".

Kejadian ini berlangsung sejak akhir minggu lalu hingga Minggu malam. Untungnya Microsoft sudah menyadari hal ini dan segera mengeluarkan signature terbaru.

"Gmail bukan virus, masalahnya ada pada software antivirus kami. Setelah kejadian ini diketahui, kami langsung merilis signature antivirus terbaru untuk mengatasinya," tutur salah seorang wakil Microsoft kepada Cnet yang dikutip detikINET, Selasa (14/11/2006).

Dituturkan Microsoft, masalah ini muncul sejak minggu lalu ketika Google melakukan beberapa perubahan pada situs Gmail. Saat ini Microsoft mengaku sudah me-review beberapa prosedur dan prosesnya untuk meminimasi kejadian ini lebih lanjut. Microsoft menambahkan kesalahan deteksi pada antivirusnya terjadi sesekali saja.

Di lain sisi, sampai berita ini diturunkan Google masih enggan angkat bicara soal kesalahan deteksi yang dilakukan antivirus Microsoft.

Sekedar informasi, kesalahan deteksi seperti yang dialami Microsoft dikenal juga dengan istilah false positive.

Kesalahan seperti itu pernah mendera perusahaan antivirus terkemuka McAfee. Saat itu program antivirus McAfee pernah membasmi aplikasi Microsoft Excel karena dianggap sebagai virus. Symantec pun pernah mengalami hal sama, mengenali software Church of England sebagai spyware.

Pastinya false positive sangat memalukan bagi perusahaan yang mengalaminya karena melibatkan program ternama. Biasanya, yang salah terdeteksi adalah program buatan sendiri atau aplikasi yang masih baru.

False positive umumnya diperbaiki dengan cara memperbarui signature file yang ada di aplikasi keamanan tersebut.

Windows Live OneCare sendiri merupakan produk antivirus pertama Microsoft, yang dirilis akhir Mei lalu. Konon kesalahan deteksi pada Gmail bukanlah yang pertama kalinya. Selama uji coba, OneCare juga pernah melumpuhkan program Computrace LoJack.
detikinet

Terapi gen mampu atasi HIV

INFEKSI HIV ternyata dapat diobati dengan menggunakan virus HIV yang telah dilumpuhkan. Ini hasil pengujian tahap awal.

Dalam pengujian itu, para ahli dari Pennsylvania University mengobati lima pasien, yang selama ini tidak bereaksi terhadap berbagai macam obat, dengan menggunakan HIV yang cacat atau telah dimodifikasi.

Virus cacat itu mengandung tambahan materi genetik yang mampu memblokir reproduksi HIV. Akibatnya, kadar HIV dalam darah pasien menjadi stabil atau menurun.

Pengujian awal ini menunjukkan prospek cerah akan terapi gen sebagai pilihan lain dari berbagai macam obat antiretrovirus. Selama ini, penggunaan obat dalam jangka panjang justru bisa membuat virus AIDS semakin kebal.

Sementara itu terapi gen cenderung kompleks dan membutuhkan strategi yang sangat berbeda untuk terapi HIV.

"Selama ini terapi gen dibahas sebagai terapi alternatif untuk HIV. Tujuan pengujian ini adalah melihat tingkat keamanan dan kemungkinan serta melihat hasilnya, "ujar peneliti Dr Carl June.

Dalam pengujian itu, para pasien yang diseleksi adalah mereka yang selama ini tak menunjukkan reaksi untuk sekurangnya dua jenis obat antiretrovirus.

Mereka diberikan suntikan sel-sel T dari sistem kekebalan tubuh itu sendiri yang diambil dari dalam darah. Sel-sel T itu telah dimurnikan dan secara genetik dimodifikasi untuk membawa virus HIV yang telah dimanipulasi.

Setiap pasien mendapatkan sekitar 10 miliar sel T yaitu antara dua hingga sepuluh persen dari jumlah sel secara keseluruhan pada rata-rata manusia.

Gen pada HIV yang telah dimanipulasi ini telah dimodifikasi untuk membawa molekul RNA antiperasa yang mampu mengaduk proses informasi pembacaan genetika. Molekul RNA antiperasa itu dirancang untuk menyabotase proses HIV dalam mereproduksi diri di dalam sel-sel yang telah terinfeksi.

Muatan virus HIV dalam tubuh pasien cenderung stabil atau bahkan menurun selama uji coba yang berlangsung sembilan bulan. Bahkan seorang pasien menunjukkan penurunan drastis muatan HIV dalam tubuhnya.

Kandungan sel-sel T berada dalam kadar tetap atau naik pada empat dari lima pasien.

Peneliti dapat mendeteksi sel-sel HIV yang telah dimodifikasi dalam tubuh pasien selama berbulan-bulan dan bahkan bertahun-tahun setelah suntikan pertama.

Namun begitu, uji coba ini masih dalam skala kecil. Lagi pula, kondisi pasien yang menjadi objek percobaan harus dipantau selama 15 tahun untuk melihat berbagai pengaruhnya dalam jangka panjang.

Menurut Dr George Schmid, spesialis HIV di Organisasi Kesehatan Dunia WHO, butuh waktu bertahun-tahun untuk menentukan apakah teknik ini aman dan efektif. Sekalipun hasilnya untuk saat ini tergolong bagus.

"Terapi gen merupakan hal yang kompleks dan butuh strategi yang sangat berbeda untuk pengobatan HIV," jelas Roger Pebody dari yayasan Terrence Higgins Trust.

Sayangnya, terapi gen merupakan pengobatan yang mahal dan butuh banyak tenaga manusia dan tidak bisa digunakan untuk mayoritas pengidap HIV atau AIDS yang tinggal di negara berkembang.

Para ahli juga yakin penggunaan virus seperti HIV, yaitu lentivirus, mungkin juga efektif dalam terapi gen. Lentivirus terutama efektif pada sel-sel T yang terinfeksi. Virus ini juga menyerang sel-sel tubuh yang sedang membelah diri secara perlahan atau sel-sel yang tidak membelah diri. Ini berarti lentivirus bisa juga dipakai untuk menargetkan sel-sel syaraf atau sel-sel tunas.

Lentivirus juga mampu menyusup ke dalam DNA dari sel-sel dalam cara yang membuat virus ini lebih aman dan dapat memproduksi efeknya untuk jangka panjang daripada virus terapi gen lain seperti adenovirus.

Saat ini para ahli sedang mencoba uji coba yang kedua untuk terapi virus yang disebut VRX496. Kali ini, pengujian dilakukan terhadap pasien yang muatan HIV-nya sudah terkendali dengan sangat baik karena menggunakan obat-obat yang ada.
harian terbit